<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>unionpers</title>
	<atom:link href="http://buananews.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://buananews.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Wed, 12 Oct 2011 14:09:06 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='buananews.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>unionpers</title>
		<link>http://buananews.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://buananews.wordpress.com/osd.xml" title="unionpers" />
	<atom:link rel='hub' href='http://buananews.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Kapolsek Bekasi Timur Diminta Mundur</title>
		<link>http://buananews.wordpress.com/2011/10/12/kapolsek-bekasi-timur-diminta-mundur-3/</link>
		<comments>http://buananews.wordpress.com/2011/10/12/kapolsek-bekasi-timur-diminta-mundur-3/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 12 Oct 2011 14:09:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ORGANISASI UNIONPERS</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://buananews.wordpress.com/?p=31</guid>
		<description><![CDATA[Kapolsek Tak Mampu Ungkap Kejahatan Bos Debt Collector Sebaiknya Mundur Bekasi, JPN Kompol Suyut, didesak mengundurkan diri jadi Kapolsek Bekasi Timur jika tidak mampu menangkap Sarmaedi, Bos Debt Collector yang bermarkas di rumahnya di RT 003/RW 05, No 21, Kelurahan Bojong Menteng, Kecamatan Rawa Lumbu, Kota Bekasi. Pasalnya, Sarmaedi dilaporkan sering mengerahkan para anak buahnya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=buananews.wordpress.com&amp;blog=8973574&amp;post=31&amp;subd=buananews&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kapolsek Tak Mampu Ungkap Kejahatan Bos Debt Collector Sebaiknya Mundur<br />
Bekasi, JPN<br />
Kompol Suyut, didesak mengundurkan diri jadi Kapolsek Bekasi Timur jika tidak mampu menangkap Sarmaedi, Bos Debt Collector yang bermarkas di rumahnya di RT 003/RW 05, No 21, Kelurahan Bojong Menteng, Kecamatan Rawa Lumbu, Kota Bekasi.<br />
Pasalnya, Sarmaedi dilaporkan sering mengerahkan para anak buahnya (Debt Collector) melakukan tindak pidana kekerasan pemukulan dalam melakukan eksekusi atau penyitaan terhadap sepeda motor, di rumah pribadinya.<br />
“Rumah tempat Sarmaedi ini, sudah sering diserbu belasan nasabah dan keluarganya karena kesal terhadap praktik perampasan sepeda motor oleh petugas juru tagih (debt collector) yang berbuntut penganiayaan, tetapi masih terus beroperasi, “ujar RD, Tokoh Masyarakat Rawa Lumbu kepada JPN.<br />
Katanya, anggota Polsek sering kali terlihat keluar masuk dari rumah Sarmaedi. Ngapain coba polisi mondar mandir ketemu Sarmaedi?. Polisi iya pasti minta uang jatprem (jatah preman-red) dari Sarmaedi, tegasnya.<br />
Sarmaedi, bos Debt Collector saat dihubungi JPN melalui telepon seluler di no 081388940505, 02195261435 mengatakan, rumah ini sudah lama dijadikan tempat penyitaan terhadap sepeda motor, sampai hari ini tidak pernah ada masalah. Wajah wajar sajalah saya membagi-bagi keuntungan dengan polisi demi untuk kenyamanan debt collector di jalan raya.<br />
Tugas debt collector sudah identik dengan kekerasan, kalau tidak memakai kekerasan, omong kosong warga penunggak kredit motor mau menyerahkan motor. Jangan salahkan debt collector saja, mereka disini cari makan, ujar Sarmaedi. Sementara Kapolsek Bekasi Timur Kompol Suyut belum berhasil diminta keterangannya.<br />
Salah seorang korban perampasan, Jhon (30) mengungkapkan, pada saat mengendarai motor di Jl Raya depan Kompas, Tambun, tiba-tiba motornya dipepet dan dihentikan oleh dua orang pengendara motor yang mengaku sebagai petugas debt collector.<br />
Saat itu korban langsung diminta turun dari motornya. Tanpa banyak bicara, pelaku langsung merampas secara paksa. Akibat tidak rela motornya diambil, korban melakukan perlawanan. Namun, korban justru dihadiahi bogem mentah beberapa kali.<br />
Bahkan sempat terjadi perkelahian antara Jhon melawan dua orang debt collector , hingga jhon mengalami luka lebam karena dipukuli. “Tanpa bertanya, mereka ramai-ramai mengambil kunci motor dan membawa motor dan dan saya dipaksa untuk ikut ke rumah bosnya.<br />
Sesampai di rumah  debt collector, kepala saya masih dipukul karena ngotot tidak mau melepaskan motor begitu saja. Motor kreditan milik orangtua saya itu, memang mengalami masalah cicilan dan akan dilunasi,” terang Deni kepada wartawan JPN.<br />
POLDA METRO: DEBT COLLECTOR TAK BOLEH MENYITA BARANG NASABAH<br />
Polda Metro Jaya menegaskan jika debt collector tidak dapat melakukan penyitaan terhadap barang nasabah. Penyitaan hanya dilakukan aparat penegak hukum. &#8220;Tidak boleh dia maen sita-sita barang, apalagi merampas,&#8221; kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Baharudin Djafar di Mapolda Metro, Jl Jenderal Sudirman, Jakarta, Senin kemarin.</p>
<p>Baharudin mengatakan, penyitaan yang dilakukan debt collector adalah ilegal. &#8220;Itu ilegal, penyitaan bukan kerja debt collector. Debt collector itu kerjanya cuma bujuk orang biar cepat bayar,&#8221; jelasnya. Menurut Baharuddin, urusan utang-piutang diselesaikan secara perdata. Yang berhak mengeksekusi penyitaan dalam kasus perdata adalah jaksa.</p>
<p>&#8220;Yang nyita itu kerjanya jaksa, bukan kerja debt collector,&#8221; katanya. Jika sudah ada tindak pidana dalam penyitaan barang terhadap nasabah, maka debt collector itu bisa dijerat dengan pidana.  Bisa dijerat pasal 368, pasal 365 KUHP ayat 2,3 dan 4 junto pasal 335.</p>
<p>Dalam KUHP jelas disebutkan, yang berhak untuk melakukan eksekusi adalah pengadilan. Jadi apabila mau mengambil jaminan, harus membawa surat penetapan eksekusi dari Pengadilan Negeri. Kasus ini adalah kasus perdata, bukan pidana. Kasus perdata diselesaikan lewat pengadilan perdata dan bukan lewat penagih utang. Itu sebabnya, polisi pun dilarang ikut campur dalam kasus perdata. (BS)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/buananews.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/buananews.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/buananews.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/buananews.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/buananews.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/buananews.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/buananews.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/buananews.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/buananews.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/buananews.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/buananews.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/buananews.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/buananews.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/buananews.wordpress.com/31/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=buananews.wordpress.com&amp;blog=8973574&amp;post=31&amp;subd=buananews&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://buananews.wordpress.com/2011/10/12/kapolsek-bekasi-timur-diminta-mundur-3/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e70bca6f100bf7503f684e6e1a2716cf?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">unionpers</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kapolsek Bekasi Timur Diminta Mundur</title>
		<link>http://buananews.wordpress.com/2011/10/12/kapolsek-bekasi-timur-diminta-mundur-2/</link>
		<comments>http://buananews.wordpress.com/2011/10/12/kapolsek-bekasi-timur-diminta-mundur-2/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 12 Oct 2011 14:08:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ORGANISASI UNIONPERS</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://buananews.wordpress.com/?p=29</guid>
		<description><![CDATA[Kapolsek Tak Mampu Ungkap Kejahatan Bos Debt Collector Sebaiknya Mundur Bekasi, JPN Kompol Suyut, didesak mengundurkan diri jadi Kapolsek Bekasi Timur jika tidak mampu menangkap Sarmaedi, Bos Debt Collector yang bermarkas di rumahnya di RT 003/RW 05, No 21, Kelurahan Bojong Menteng, Kecamatan Rawa Lumbu, Kota Bekasi. Pasalnya, Sarmaedi dilaporkan sering mengerahkan para anak buahnya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=buananews.wordpress.com&amp;blog=8973574&amp;post=29&amp;subd=buananews&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kapolsek Tak Mampu Ungkap Kejahatan Bos Debt Collector Sebaiknya Mundur<br />
Bekasi, JPN<br />
Kompol Suyut, didesak mengundurkan diri jadi Kapolsek Bekasi Timur jika tidak mampu menangkap Sarmaedi, Bos Debt Collector yang bermarkas di rumahnya di RT 003/RW 05, No 21, Kelurahan Bojong Menteng, Kecamatan Rawa Lumbu, Kota Bekasi.<br />
Pasalnya, Sarmaedi dilaporkan sering mengerahkan para anak buahnya (Debt Collector) melakukan tindak pidana kekerasan pemukulan dalam melakukan eksekusi atau penyitaan terhadap sepeda motor, di rumah pribadinya.<br />
“Rumah tempat Sarmaedi ini, sudah sering diserbu belasan nasabah dan keluarganya karena kesal terhadap praktik perampasan sepeda motor oleh petugas juru tagih (debt collector) yang berbuntut penganiayaan, tetapi masih terus beroperasi, “ujar RD, Tokoh Masyarakat Rawa Lumbu kepada JPN.<br />
Katanya, anggota Polsek sering kali terlihat keluar masuk dari rumah Sarmaedi. Ngapain coba polisi mondar mandir ketemu Sarmaedi?. Polisi iya pasti minta uang jatprem (jatah preman-red) dari Sarmaedi, tegasnya.<br />
Sarmaedi, bos Debt Collector saat dihubungi JPN melalui telepon seluler di no 081388940505, 02195261435 mengatakan, rumah ini sudah lama dijadikan tempat penyitaan terhadap sepeda motor, sampai hari ini tidak pernah ada masalah. Wajah wajar sajalah saya membagi-bagi keuntungan dengan polisi demi untuk kenyamanan debt collector di jalan raya.<br />
Tugas debt collector sudah identik dengan kekerasan, kalau tidak memakai kekerasan, omong kosong warga penunggak kredit motor mau menyerahkan motor. Jangan salahkan debt collector saja, mereka disini cari makan, ujar Sarmaedi. Sementara Kapolsek Bekasi Timur Kompol Suyut belum berhasil diminta keterangannya.<br />
Salah seorang korban perampasan, Jhon (30) mengungkapkan, pada saat mengendarai motor di Jl Raya depan Kompas, Tambun, tiba-tiba motornya dipepet dan dihentikan oleh dua orang pengendara motor yang mengaku sebagai petugas debt collector.<br />
Saat itu korban langsung diminta turun dari motornya. Tanpa banyak bicara, pelaku langsung merampas secara paksa. Akibat tidak rela motornya diambil, korban melakukan perlawanan. Namun, korban justru dihadiahi bogem mentah beberapa kali.<br />
Bahkan sempat terjadi perkelahian antara Jhon melawan dua orang debt collector , hingga jhon mengalami luka lebam karena dipukuli. “Tanpa bertanya, mereka ramai-ramai mengambil kunci motor dan membawa motor dan dan saya dipaksa untuk ikut ke rumah bosnya.<br />
Sesampai di rumah  debt collector, kepala saya masih dipukul karena ngotot tidak mau melepaskan motor begitu saja. Motor kreditan milik orangtua saya itu, memang mengalami masalah cicilan dan akan dilunasi,” terang Deni kepada wartawan JPN.<br />
POLDA METRO: DEBT COLLECTOR TAK BOLEH MENYITA BARANG NASABAH<br />
Polda Metro Jaya menegaskan jika debt collector tidak dapat melakukan penyitaan terhadap barang nasabah. Penyitaan hanya dilakukan aparat penegak hukum. &#8220;Tidak boleh dia maen sita-sita barang, apalagi merampas,&#8221; kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Baharudin Djafar di Mapolda Metro, Jl Jenderal Sudirman, Jakarta, Senin kemarin.</p>
<p>Baharudin mengatakan, penyitaan yang dilakukan debt collector adalah ilegal. &#8220;Itu ilegal, penyitaan bukan kerja debt collector. Debt collector itu kerjanya cuma bujuk orang biar cepat bayar,&#8221; jelasnya. Menurut Baharuddin, urusan utang-piutang diselesaikan secara perdata. Yang berhak mengeksekusi penyitaan dalam kasus perdata adalah jaksa.</p>
<p>&#8220;Yang nyita itu kerjanya jaksa, bukan kerja debt collector,&#8221; katanya. Jika sudah ada tindak pidana dalam penyitaan barang terhadap nasabah, maka debt collector itu bisa dijerat dengan pidana.  Bisa dijerat pasal 368, pasal 365 KUHP ayat 2,3 dan 4 junto pasal 335.</p>
<p>Dalam KUHP jelas disebutkan, yang berhak untuk melakukan eksekusi adalah pengadilan. Jadi apabila mau mengambil jaminan, harus membawa surat penetapan eksekusi dari Pengadilan Negeri. Kasus ini adalah kasus perdata, bukan pidana. Kasus perdata diselesaikan lewat pengadilan perdata dan bukan lewat penagih utang. Itu sebabnya, polisi pun dilarang ikut campur dalam kasus perdata. (BS)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/buananews.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/buananews.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/buananews.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/buananews.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/buananews.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/buananews.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/buananews.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/buananews.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/buananews.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/buananews.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/buananews.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/buananews.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/buananews.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/buananews.wordpress.com/29/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=buananews.wordpress.com&amp;blog=8973574&amp;post=29&amp;subd=buananews&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://buananews.wordpress.com/2011/10/12/kapolsek-bekasi-timur-diminta-mundur-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e70bca6f100bf7503f684e6e1a2716cf?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">unionpers</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kapolsek Bekasi Timur Diminta Mundur</title>
		<link>http://buananews.wordpress.com/2011/10/12/kapolsek-bekasi-timur-diminta-mundur/</link>
		<comments>http://buananews.wordpress.com/2011/10/12/kapolsek-bekasi-timur-diminta-mundur/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 12 Oct 2011 14:08:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ORGANISASI UNIONPERS</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://buananews.wordpress.com/?p=21</guid>
		<description><![CDATA[Kapolsek Tak Mampu Ungkap Kejahatan Bos Debt Collector Sebaiknya Mundur Bekasi, JPN Kompol Suyut, didesak mengundurkan diri jadi Kapolsek Bekasi Timur jika tidak mampu menangkap Sarmaedi, Bos Debt Collector yang bermarkas di rumahnya di RT 003/RW 05, No 21, Kelurahan Bojong Menteng, Kecamatan Rawa Lumbu, Kota Bekasi. Pasalnya, Sarmaedi dilaporkan sering mengerahkan para anak buahnya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=buananews.wordpress.com&amp;blog=8973574&amp;post=21&amp;subd=buananews&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kapolsek Tak Mampu Ungkap Kejahatan Bos Debt Collector Sebaiknya Mundur<br />
Bekasi, JPN<br />
Kompol Suyut, didesak mengundurkan diri jadi Kapolsek Bekasi Timur jika tidak mampu menangkap Sarmaedi, Bos Debt Collector yang bermarkas di rumahnya di RT 003/RW 05, No 21, Kelurahan Bojong Menteng, Kecamatan Rawa Lumbu, Kota Bekasi.<br />
Pasalnya, Sarmaedi dilaporkan sering mengerahkan para anak buahnya (Debt Collector) melakukan tindak pidana kekerasan pemukulan dalam melakukan eksekusi atau penyitaan terhadap sepeda motor, di rumah pribadinya.<br />
“Rumah tempat Sarmaedi ini, sudah sering diserbu belasan nasabah dan keluarganya karena kesal terhadap praktik perampasan sepeda motor oleh petugas juru tagih (debt collector) yang berbuntut penganiayaan, tetapi masih terus beroperasi, “ujar RD, Tokoh Masyarakat Rawa Lumbu kepada JPN.<br />
Katanya, anggota Polsek sering kali terlihat keluar masuk dari rumah Sarmaedi. Ngapain coba polisi mondar mandir ketemu Sarmaedi?. Polisi iya pasti minta uang jatprem (jatah preman-red) dari Sarmaedi, tegasnya.<br />
Sarmaedi, bos Debt Collector saat dihubungi JPN melalui telepon seluler di no 081388940505, 02195261435 mengatakan, rumah ini sudah lama dijadikan tempat penyitaan terhadap sepeda motor, sampai hari ini tidak pernah ada masalah. Wajah wajar sajalah saya membagi-bagi keuntungan dengan polisi demi untuk kenyamanan debt collector di jalan raya.<br />
Tugas debt collector sudah identik dengan kekerasan, kalau tidak memakai kekerasan, omong kosong warga penunggak kredit motor mau menyerahkan motor. Jangan salahkan debt collector saja, mereka disini cari makan, ujar Sarmaedi. Sementara Kapolsek Bekasi Timur Kompol Suyut belum berhasil diminta keterangannya.<br />
Salah seorang korban perampasan, Jhon (30) mengungkapkan, pada saat mengendarai motor di Jl Raya depan Kompas, Tambun, tiba-tiba motornya dipepet dan dihentikan oleh dua orang pengendara motor yang mengaku sebagai petugas debt collector.<br />
Saat itu korban langsung diminta turun dari motornya. Tanpa banyak bicara, pelaku langsung merampas secara paksa. Akibat tidak rela motornya diambil, korban melakukan perlawanan. Namun, korban justru dihadiahi bogem mentah beberapa kali.<br />
Bahkan sempat terjadi perkelahian antara Jhon melawan dua orang debt collector , hingga jhon mengalami luka lebam karena dipukuli. “Tanpa bertanya, mereka ramai-ramai mengambil kunci motor dan membawa motor dan dan saya dipaksa untuk ikut ke rumah bosnya.<br />
Sesampai di rumah  debt collector, kepala saya masih dipukul karena ngotot tidak mau melepaskan motor begitu saja. Motor kreditan milik orangtua saya itu, memang mengalami masalah cicilan dan akan dilunasi,” terang Deni kepada wartawan JPN.<br />
POLDA METRO: DEBT COLLECTOR TAK BOLEH MENYITA BARANG NASABAH<br />
Polda Metro Jaya menegaskan jika debt collector tidak dapat melakukan penyitaan terhadap barang nasabah. Penyitaan hanya dilakukan aparat penegak hukum. &#8220;Tidak boleh dia maen sita-sita barang, apalagi merampas,&#8221; kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Baharudin Djafar di Mapolda Metro, Jl Jenderal Sudirman, Jakarta, Senin kemarin.</p>
<p>Baharudin mengatakan, penyitaan yang dilakukan debt collector adalah ilegal. &#8220;Itu ilegal, penyitaan bukan kerja debt collector. Debt collector itu kerjanya cuma bujuk orang biar cepat bayar,&#8221; jelasnya. Menurut Baharuddin, urusan utang-piutang diselesaikan secara perdata. Yang berhak mengeksekusi penyitaan dalam kasus perdata adalah jaksa.</p>
<p>&#8220;Yang nyita itu kerjanya jaksa, bukan kerja debt collector,&#8221; katanya. Jika sudah ada tindak pidana dalam penyitaan barang terhadap nasabah, maka debt collector itu bisa dijerat dengan pidana.  Bisa dijerat pasal 368, pasal 365 KUHP ayat 2,3 dan 4 junto pasal 335.</p>
<p>Dalam KUHP jelas disebutkan, yang berhak untuk melakukan eksekusi adalah pengadilan. Jadi apabila mau mengambil jaminan, harus membawa surat penetapan eksekusi dari Pengadilan Negeri. Kasus ini adalah kasus perdata, bukan pidana. Kasus perdata diselesaikan lewat pengadilan perdata dan bukan lewat penagih utang. Itu sebabnya, polisi pun dilarang ikut campur dalam kasus perdata. (BS)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/buananews.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/buananews.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/buananews.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/buananews.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/buananews.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/buananews.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/buananews.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/buananews.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/buananews.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/buananews.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/buananews.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/buananews.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/buananews.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/buananews.wordpress.com/21/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=buananews.wordpress.com&amp;blog=8973574&amp;post=21&amp;subd=buananews&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://buananews.wordpress.com/2011/10/12/kapolsek-bekasi-timur-diminta-mundur/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e70bca6f100bf7503f684e6e1a2716cf?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">unionpers</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PT Delami Garment Industries</title>
		<link>http://buananews.wordpress.com/2011/06/01/pt-delami-garment-industries/</link>
		<comments>http://buananews.wordpress.com/2011/06/01/pt-delami-garment-industries/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 Jun 2011 07:27:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ORGANISASI UNIONPERS</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://buananews.wordpress.com/?p=18</guid>
		<description><![CDATA[Kab Bekasi, Pelita RAKYAT – Kerjasama diantara PT Delami Garment Industries (DGI) dengan PT Matahari Departement Store (MDS) berbau bersekongkolan untuk menelantarkan karyawan Sales Promotion Girl (SPG), dengan seenaknya mengakhiri masa kerja tanpa memberikan pesangon. PT Delami dinilai melanggar UU No 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan, salah satunya yang tertuang dalam pasal pasal karena dengan segaja [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=buananews.wordpress.com&amp;blog=8973574&amp;post=18&amp;subd=buananews&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://www.facebook.com/pages/Kabupaten-Purwakarta/192645801930"><img title="akuu" src="http://unionpers.files.wordpress.com/2011/04/akuu.jpg?w=193&#038;h=146&#038;h=146" alt="" width="193" height="146" /></a><a href="http://www.facebook.com/pages/Kabupaten-Purwakarta/192645801930"><img title="poto delami" src="http://unionpers.files.wordpress.com/2011/05/poto-delami.jpg?w=204&#038;h=153&#038;h=153" alt="" width="204" height="153" /></a><br />
</strong></p>
<p><strong>Kab Bekasi, Pelita RAKYAT</strong> – Kerjasama diantara PT Delami Garment Industries (DGI) dengan PT Matahari Departement Store (MDS) berbau bersekongkolan untuk menelantarkan karyawan Sales Promotion Girl (SPG), dengan seenaknya mengakhiri masa kerja tanpa memberikan pesangon.</p>
<p>PT Delami dinilai melanggar UU No 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan, salah satunya yang tertuang dalam pasal pasal karena dengan segaja mengakhiri hubungan kerja sebelum berakhirnya jangka waktu yang ditetapkan dalam perjanjian kerja waktu tertentu (<em>kontrak kerja</em>) dan tanpa pemberitahuan terlebuh dahulu.</p>
<p>Paling tidak hal itu dialami karyawan inisial EDK (23). Ceritanya, kejadian itu berawal saat PT Delami menempatkan EDK sebagai SPG di salah satu counter Tira, di gedung PT Matahari Departement Store Cikarang, Lippo Cikarang. Selama dikontrak, EDK tidak pernah ada permasalahan kerja baik itu kepada PT Delami maupun ke pihak PT Matahari.</p>
<p>“Aneh iya pak kerja di PT Delami. Saat tandatangan kontrak kerja, kata HRD-nya  harus kerja selama jangka waktu kontrak dan <em>nggak</em>boleh keluar. Kalau keluar Ijazah saya ditahan. Mendengar ucapan HRD, saya-pun menjadi takut soal Ijazah dan berusaha giat masuk kerja.</p>
<p>Eh, tiba-tiba ternyata HRD-nya yang plin plan dengan melanggar kesepakatan kerja yang tertuang dalam isi kontrak kerja. Tanpa sebab akibat, tanpa ada masalah, Saya dikeluarkan begitu saja seenak udelnya, dengan alasan, kata HRD Dina karena permintaan sepihak Supervisor PT Matahari bu Eti, ”ujar EDK kepada Pelita RAKYAT.</p>
<p>Sementara pihak PT Delami Garment Industries melalui Human Resource Development (HRD) Dina mengatakan, kalau masalah itu coba tanya sama Supplier PT Delami pak Nasril, sebab yang berhak mengeluarkan EDK adalah Supplier PT Delami pak Nasril dengan Supervisor PT Matahari bu Eti. Kedua orang itu yang lebih mengetahui kenapa SPG EDK dikeluarkan begitu saja, “ujar Dina.</p>
<p>Lebih jauh Dina mengatakan, sebenarnya saya sudah menegur Supplier PT Delami pak Nasril untuk tidak mengulangi lagi perbuatannya. Pokoknya, saya tidak ada masalah, yang bermasalah adalah dia (Nasril) sama pihak PT Matahari (bu Eti). Kata Dina, kalau SPG dikeluarkan begitu saja, sebelum habis masa kontrak kerjanya memang itu tidak diperbolehkan, SPG kerja disini sesuai aturan kontrak kerja,” imbuhnya Dina diruang kerjanya, kantor Delami, Jalan Alydrus no 19, Jakarta Pusat.</p>
<p>Sedangkan Supplier PT Delami Nasril saat mau ditemui wartawan untuk mempertanyakan masalah kasus mengakhiri hubungan kerja sebelum berakhirnya jangka waktu yang ditetapkan dalam perjanjian kerja waktu tertentu (kontrak kerja) dan masalah indikasi banyak ijazah SPG yang ditahan di kantornya belum berhasil ditemui wartawan Koran ini.</p>
<div id="box_newsLeft">
<div>Berita Terkait</p>
<ul>
<li><a href="http://www.antaranews.com/berita/256531/presiden-sby-akan-tinjau-pabrik-di-may-day">Presiden SBY Akan Tinjau Pabrik di “May Day”</a></li>
<li><a href="http://www.antaranews.com/berita/256524/ksbsi-usung-protes-memburuknya-kondisi-kerja-buruh">KSBSI Usung Protes Memburuknya Kondisi Kerja Buruh</a></li>
<li><a href="http://www.antaranews.com/berita/256521/tubagus-semoga-buruh-tetap-tegar-produktif">Tubagus: Semoga Buruh Tetap Tegar, Produktif</a></li>
</ul>
<h1>Massa “May Day”</h1>
<h1>Padati Bundaran HI</h1>
</div>
</div>
<p>Jakarta – Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta, Minggu, mulai dipadati massa aksi Hari Buruh (May Day) dari berbagai wilayah di Jakarta dan sekitarnya yang tergabung dalam Komite Aksi Jaminan Sosial (KAJS).</p>
<p>Massa yang datang menggunakan bus di antaranya berasal dari Cileungsi, Bekasi, Cikarang, Karawang dan sejumlah daerah lainnya, mereka membawa beragam atribut seperti spanduk, umbul-umbul, poster dan mengenakan seragam maupun jaket masing-masing organisasi serikat pekerja, demikian pantauan.</p>
<p>Terdapat sebanyak 67 organisasi serikat pekerja yang tergabung dalam KAJS di antaranya Aspek Indonesia, Dewan Tani Indonesia, Forum Buruh Depok, Aliansi Buruh Bogor dan Aliansi Pekerja Banten.</p>
<p>Mereka direncanakan akan bergerak untuk melaksanakan aksi serupa ke depan Istana Merdeka sambil menunggu massa dari daerah lain.</p>
<p>Karena massa yang ratusan orang itu sudah memadati Bundaran HI, kendaraan yang melintas hanya bisa berjalan tersendat meskipun hari ini sedang diberlakukan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (Car Free Day).</p>
<p>Dalam siaran persnya, menyatakan bahwa momentum May Day 2011 digunakan untuk menuntut pemerintah melaksanakan jaminan sosial nasional. Diperkirakan sebanyak 100 ribu demonstran akan berkumpul di Bunderan HI yang akan melanjutkan aksi di depan Istana Merdeka dan membentuk rantai manusia sebagai simbol tuntutan rakyat.</p>
<p>Sekjen KAJS Said Iqbal mengatakan aksi kali ini merupakan ultimatum rakyat untuk mendesak pemerintah segera melaksanakan perintah UUD 1945 dan UU Nomor 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) dengan cara mengesahkan RUU  Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).<br />
(RH )</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/buananews.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/buananews.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/buananews.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/buananews.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/buananews.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/buananews.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/buananews.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/buananews.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/buananews.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/buananews.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/buananews.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/buananews.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/buananews.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/buananews.wordpress.com/18/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=buananews.wordpress.com&amp;blog=8973574&amp;post=18&amp;subd=buananews&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://buananews.wordpress.com/2011/06/01/pt-delami-garment-industries/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<georss:point>-6.158080 106.918153</georss:point>
		<geo:lat>-6.158080</geo:lat>
		<geo:long>106.918153</geo:long>
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e70bca6f100bf7503f684e6e1a2716cf?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">unionpers</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://unionpers.files.wordpress.com/2011/04/akuu.jpg?w=193&#038;h=207&#038;h=146" medium="image">
			<media:title type="html">akuu</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://unionpers.files.wordpress.com/2011/05/poto-delami.jpg?w=204&#038;h=153" medium="image">
			<media:title type="html">poto delami</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jln. Bongsu Pasaribu, Kapten 	22521 Sibolga</title>
		<link>http://buananews.wordpress.com/2010/09/08/jln-bongsu-pasaribu-kapten-22521sibolga/</link>
		<comments>http://buananews.wordpress.com/2010/09/08/jln-bongsu-pasaribu-kapten-22521sibolga/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 08 Sep 2010 14:52:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ORGANISASI UNIONPERS</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://buananews.wordpress.com/?p=15</guid>
		<description><![CDATA[Menyelusuri Jejak Perjalanan Sejarah Komandan Harimau Mengganas Tapanuli Yang Terabaikan Pemerintah Moment dalam mengisi Kemerdekaan Indonesia di tanah Tapanuli Tengah (Sibolga), Sumatera Utara, yang jatuh pada tanggal 17 Agustus, sebagian keluarga anak – cucu veteran menyempatkan diri mendatangi tempat makam Kapten Bongsu Pasaribu, Pahlawan Nasional asal Tapanuli Tengah di Makam Pahlawan Sibolga untuk menabur bunga. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=buananews.wordpress.com&amp;blog=8973574&amp;post=15&amp;subd=buananews&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://buananews.files.wordpress.com/2010/09/16-7-08-monumen-perjuangan-kapten-bongsu-11.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-22" title="16-7-08-monumen-perjuangan-kapten-bongsu-11" src="http://buananews.files.wordpress.com/2010/09/16-7-08-monumen-perjuangan-kapten-bongsu-11.jpg?w=490&#038;h=367" alt="" width="490" height="367" /></a><a href="http://buananews.files.wordpress.com/2010/09/155790_176315962381086_100000080515613_618029_5521934_n.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-23" title="155790_176315962381086_100000080515613_618029_5521934_n" src="http://buananews.files.wordpress.com/2010/09/155790_176315962381086_100000080515613_618029_5521934_n.jpg?w=484&#038;h=329" alt="" width="484" height="329" /></a></p>
<p><a href="http://buananews.files.wordpress.com/2010/09/gambar-0011.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-25" title="gambar-0011" src="http://buananews.files.wordpress.com/2010/09/gambar-0011.jpg?w=300&#038;h=210" alt="" width="300" height="210" /></a></p>
<p><strong>Menyelusuri Jejak Perjalanan Sejarah Komandan Harimau Mengganas Tapanuli Yang Terabaikan Pemerintah</strong></p>
<p>Moment dalam mengisi Kemerdekaan Indonesia di tanah Tapanuli Tengah (Sibolga), Sumatera Utara, yang jatuh pada tanggal 17 Agustus, sebagian keluarga anak – cucu veteran menyempatkan diri mendatangi tempat makam Kapten Bongsu Pasaribu, Pahlawan Nasional asal Tapanuli Tengah di Makam Pahlawan Sibolga untuk menabur bunga.</p>
<p>Sementara ditempat kelahiran sang pahlawan dilahirkan, warga desa setempat pada tanggal itu merayakannya dengan membuat acara drama “Sidos” yang diprankan oleh anak-anak muda di rumah para veteran. Suasanya terlihat seperti nyata menirukan perjalanan sejarah dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.</p>
<p>Untuk setiap tanggal 17 Agustus, para tentara veteran, LVRI, bahkan pencari jejak sejarah perjuangan Komandan Harimau Mengganas Tapanuli pun masih terus mencari, mengumpulkan bukti bukti otentik sejarah sepak terjang sang pahlawan yang sudah terabaikan oleh pemerintah, untuk diangkat kembali untuk dibukukan.</p>
<p>Sebelumnya, ratusan rombongan dipimpin langsung Bupati Tapanuli Tengah, Drs Tuani L.Tobing, LVRI Tapteng, Dandim 0211/TT Letkol Kav Albiner Sitompul juga didampingi Panitia Bedah Buku ‘Gugurnya Kapten Bongsu Pasaribu’ yang di Ketua i Raja Johan Sitompul, tokoh masyarakat serta sejumlah wartawan cetak dan elektronik mendatangi kampung halaman sang pahlawan di Desa Hutagodang, Kecamatan Sorkam, Tapanuli Tengah.</p>
<p>Rombongan ini dalam penyelusurannya mengunjungi tempat makam sang pahlawan, dimulai dari Makam Pahlawan Sibolga, diteruskan ke tempat Tugu Monumen Perjuangan di Kecamatan Sorkam hingga ke rumah keluarga dan rumah para veteran di Desa Hutagodang. “Di desa kelahiran sang komandan, rombongan menyaksikan rumah dan desa tempat kelahiran sang pejuang, serta jembatan dan monumen untuk mengenang perjuangan sang komandan. Bersama rombongan, turut serta penulis buku ‘Gugurnya Kapten Bongsu Pasaribu’, yakni Dr Sudung Parlindungan Lumbantobing.</p>
<p>SANG PAHLAWAN DIPENGGAL BELANDA</p>
<p>Komandan Harimau Mengganas Tapanuli, Kapten Bongsu Pasaribu gugur di medan perang, Harakka, tanggal 3 Maret 1949 secara tidak manusiawi oleh kebiadaban Tentara Belanda dengan memenggal leher hingga putus. Potongan Kepala ditinggalkan di penjara Barus, dan potongan   tubuh lainnya di tanah kelahirannya, Desa Hutagodang yang sekarang telah di pindahkan ke Makam Pahlawan Sibolga.</p>
<p>Riwayatnya demikian. Pasangan suami – istri Raja Pandapotan Pasaribu dan Barita Mopul br. L mempunyai dua anak laki laki yakni Raja Johannes Pasaribu (<em>Yang Saat Sebelum Dibunuh Masih Menjabat Kepala Kampung</em>) dan Bongsu Pasaribu (<em>Yang Saat Sebelum Dibunuh Masih Komandan Harimau Mengganas Tapanuli Berpangkat Kapten</em>) yang lahir pada tanggal 15 Juni 1923, di Desa Hutagodang.</p>
<p>Kedua kakak adik kandung itu gugur di medan perang untuk mempertahankan Kemerdekaan Indonesia. Setelah Kapten Bongsu Pasaribu tewas di penggal, besoknya giliran abangnya, Raja Johannes Pasaribu tewas ditembak persis di kepalanya, setelah ditangkap dan diintrogasi oleh tentara belanda. Mayatnya di makamkan di halaman rumahnya, di Desa Hutagodang hingga sekarang.</p>
<p>Setelah Indonesia merdeka, sayangnya keluarga yang ditinggal pergi oleh kedua kakak adik pahlawan Kemerdekaan itu tidak mendapatkan perhatian dari pemerintah dan bahkan sejarah kedua pahlawan diabaikan. Karena itulah keluarga yang ditinggalkan,  anak, Cucu terus berharap agar ada perhatian dari Pemerintah Pusat dan Daerah agar menepati janjinya membuatkan Tugu Perjuangan ditempat kelahiran sebagai tanda jasa atas kepahlawanan kedua kakak-adik.</p>
<p>Bukti sejarah adalah, kalau mengenal Maraden Panggabean (Purn. Jenderal, yang juga mantan Pangab di orde baru), beliau adalah seperjuangan Kapten Bongsu Pasaribu pada zaman penjajahan Belanda, satu kesatuan di Kesatuan Harimau Mengganas yaitu sebagai Komandan Sektor IV. Sementara dr. Ferdinand Lumban Tobing menjabat sebagai Gubernur Militer Tapanuli.</p>
<p>Jabatan Kapten Bongsu Pasaribu lainnya sebelum agresi Belanda Ke II, yaitu pada zaman penjajahan Jepang. Beliau telah membentuk Angkatan Pemuda dan beliau menjabat sebagai Komandan Kompani hingga berubah namanya saat itu menjadi T.K.R (Tentara Keamanan Rakyat), dengan nama kesatuan sebagai Komandan Harimau Mengganas Tapanuli. Sekitar waktu satu tahun berjalan yaitu pada Tahun 1946, T.K.R berubah nama (dilebur) menjadi namanya adalah T.R.I (Tentara Republik Indonesia) hingga akhirnya TNI.(Tentara Nasional Indonesia).</p>
<p>Pada zaman penjajahan Kolonial Belanda, sangat jarang ada penduduk pribumi yang dapat duduk dibangku sekolah. Bisa dikatakan hanya orang-orang tertentu saja atau anak Kapala Nagari dan para pedagang rempah-rempah. Apalagi untuk bisa mengenyam kejenjang sekolah H.I.S (<em>Hindia Indhise School</em>) kota Sibolga. Rasanya tidak mungkin.</p>
<p>Tetapi beruntunglah Kapten Bongsu pada zaman itu karena memiliki kakak yang bernama Raja Johannes Pasaribu yang baik hati dan tidak mengenal menyerah dalam memperjuangkan adiknya kandungnya itu agar menjadi manusia yang terpandang di masyarakat karena masuk sekolah H.I.S.</p>
<p>Jika hanya berharap dari pekerjaan orangtua yang sebagai petani rasanya tidak tercapai. Selain fisik. Beliau didukung pula dari materiil yang mana kedudukan Raja Johannes Pasaribu pada zaman itu (tanggal 3 Maret Tahun 1932), telah dipilih rakyat Hutagodang sampai kepengangkatan diangkat menjadi pejabat Kepala Kampung Hutagodang. Sehingga Kapten Bongsu yang dikenal sangat pintar, berkepribadian pemimpin dan memiliki bakat, membuat di sekolahnya selalu terdepan. Kepintarannya Kapten Bongsu juga telah dibuktikan dengan tamat sekolah dari H.I.S Sibolga untuk melanjutkan.</p>
<p>Dari H.I.S. Kapten Bongsu masuk sekolah jenjang lebih tinggi pada Quick Shcool di Tarutung (Tapanuli Utara) dan dari Quick Shcool beliau juga tamat sekolah. Setelah mendapat persetujuan kakaknya Raja Johannes, beliau merantau ke kota kembang Bandung (Jawa Barat) untuk sekolah tentara disana. Di Bandung beliau ternyata juga mampu masuk ke Kadester Shcool, hingga bisa tamat. Selanjutnya, setelah penjajah tentara Jepang masuk ke tanah air Indonesia. Oleh sang kakak, Kapten Bongsu disuruh untuk pulang kekampung halaman di Hutagodang (Sibolga). Di Sibolga, tentara Jepang sangat memerlukan tenaga prajurit yang berpengalaman tentara untuk membantu. Maka saat itu Kapten Bongsu terpilih dan oleh tentara Jepang dia dilatih menjadi tentara Gygun dan hingga mulai menyandang pangkat sebagai Gyiusoi (Opsir). Singkat cerita berakhir penjajahan Jepang di negara Indonesia. Pemerintah Republik Indonesia di Jakarta melalui Presiden Soekarno Hatta menyatakan kemerdekanya yang jatuh pada Tanggal 17 Agustus Tahun 1945.</p>
<p>Kapten Bongsu kembali aktif lagi berjuang yaitu pada bulan Nopember Tahun 1945, beliau membentuk Angkatan Pemuda se-kota Sibolga dan dibawah kepemimpinanya.<br />
Saat itu Kapten Bongsu terpilih menjadi pejabat Komandan Kompani 1 (satu) atau Komandan Kesatuan Harimau Mengganas Tapanuli yang namanya saat itu adalah T.K.R (Tentara Keamanan Rakyat). Sekitar waktu satu tahun berjalan yaitu pada Tahun 1946, T.K.R berubah nama (dilebur) menjadi namanya adalah T.R.I (Tentara Republik Indonesia) dan Kapten Bongsu dipercaya menjadi menjabat sebagai Komandan Batalyon II (dua). Hingga akhirnya jabatan Komandan Batalyon II itu diserahterima kepada bernama Marhasam Hutagalung. Sementara itu Kapten Bongsu dipercayakan menjabat sebagai pejabat Staf Resimen III dengan Komandan Pandapotan Sitompul.</p>
<p>Pada zaman itu. Di daerah seluruh Tapanuli telah dijadikan menjadi satu Gubernur yang dipimpin oleh Gubernur Militer bernama Dr. Ferdinan Lumban Tobing.</p>
<p>Sementara untuk pengamanan daerah – daerah keseluruhan Tapanuli, itu dibagi atas berbagai Sektor pertahanan. Puncuk pimpinan atau Komandan Sektor I itu dipegang oleh bernama Bejo, meliputi kekuasaan didaerah Padang Sidempuan (Tapanuli Selatan) wilayah di Muara Sipongi.</p>
<p>Sementara, Komandan Sektor II dipegang bernama Belprit Malau meliputi kekuasaan didaerah Tarutung (Tapanuli Utara), Komandan Sektor III dipegang bernama Slamat Ginting meliputi kekuasaan didaerah Sidingkalang (Tanah Karo), Komanda Sektor IV dipegang bernama Maraden Panggabean meliputi kekuasaan di daerah Sibolga /Aek Raisan, ( Purn. Jenderal masa orde baru), Komandan Sektor S dipegang bernama Simanjuntak dan MA Aritonang meliputi kekuasaan didaerah Sibolga, dan – Mobil Brigade bernama Sabar Gultom meliputi daerah Poriaha. Angresi Ke II Belanda Pada tahun 1947, Negara Belanda kembali melancarkan Agresi yang ke II di tanah air diseluruh pelosok Indonesia. Untuk masuk ke daerah daerah termasuk menjajah Kota Sibolga.</p>
<p>Pejabat tertinggi di Tapanuli waktu itu adalah Gubernur Militer Tapanuli bernama Dr.Ferdinan Lumban Tobing. Dr. Ferdinan Lumban Tobing bersama Komandan Sektor IV bernama Maraden Panggabean (yang sekarang Purn. Jenderal di orde baru) langsung mengistruksikan kepada semua Komandan Raund untuk mengatur pengamanan didaerahnya masing masing. Komandan Sektor IV Maraden Panggabean telah membagi Sektor IV Tapanuli yang dipimpinnya. Maka Kapten Bongsu Pasaribu yang menjadi satu satunya seorang kepercayaan terpanggil dan menjadi Komandan Raund I (kesatuan Harimau Mengganas) untuk daerah kekuasaan di Sorkam dan Barus (Sibolga). Sementara Sinta Pohan ditunjuk sebagai Komandan Raund II untuk wilayah kekuasaan diderah Bonandolok, Komandan Raund III bernama Bangun Siregar untuk kekuasaan diwilayah daerah Sibolga beserta S.M Simarangkir.</p>
<p>Komandan Raund IV bernama Parlindungan Hutagalung ditunjuk didaerah Jalan Tarutung, Komandan Raund V bernama Agus Marpaung untuk kekuasaan diwilayah daerah Poriaha, Komandan Raund VI bernama Henneri Siregar untuk wilayah daerah Jalan Tarutung, Komandan Raund VII bernama Paul Lumban Tobing untuk wilayah daerah Sibolga, Komandan Raund A sebagai pengawal Sektor IV oleh P. Hasibuan , dan Komandan Sektor S, Majit Simanjuntak dan M.A Aritonang untuk wilayah daerah Sibolga dan Barus Keberadaan tentara Belanda pada zaman angresi ke II di kota Sibolga, itu bermula ketika mereka terlebih dahulu melakukan penembakan – penembakan dari jarak jauh melalui pantai lautan Sibolga dengan Kapal Y.T.I Belanda.</p>
<p>Perlawanan sengitpun pecah dengan pasukan tentara pejuang Indonesia hingga berminggu-minggu lamanya. Namun karena alat persenjataan pasukan yang pimpinan Maraden Panggabean terbatas. Pasukan itu terpaksa bersembunyi di hutan untuk menyelamatkan nyawa masing-masing. Akhirnya tentara Kolonial Belanda dapat memenangkan peperangan di Kota Sibolga dan memasuki sudut-sudut kota melalui laut yaitu pada tanggal 24 Desember 1948, itu setelah mereka memukul mundur para pasukan pejuang kemerdekaan Indonesia. Kapten Bongsu Pasaribu dengan pasukannya langsung ditugaskan oleh Komandan Maraden Panggabean zaman itu untuk bergerak menjaga wilayah Barus dan Sorkam sekitarnya. Beliau beserta pasukan berangkatlah menuju daerah Sorkam melalui bukit-bukit hutan hingga meneruskan perjalannya sampai ke Kampung Hutagodang di Kecamatan Sorkam. Kedatangan Komandan Kapten Bongsu dan pasukanya disambut gembira oleh rakyat Hutagodang. Beliau juga menyempatkan diri mengunjungi rumah orangtuanya untuk meminta doa restu dari ibunya.</p>
<p>Disana pasukan beliau membuat satu markas pertahanan yang bernama Hubangan. Dari tempat pertahanan Hubangan, oleh Komandan Kapten Bongsu kembali mengatur semua pasukannya yang mana nama pasukannya itu adalah Kesatuan Harimau Mengganas atau disebut Raund I, Sektor IV. Selanjutnya mereka menuju daerah Sorkam (kecamatan). Karena disana beliau sudah mengetahui bahwa ada keberadaan tentara Belanda. Adapun diantara anggota-anggota kesatuan Hariamau Mengganas adalah bernama, Majit Simanjuntak sebagai wakil, Humehe Rambe (Pengatur Pertahanan). Bernama Gontar Lubis sebagai ajudan dan Staff, Kanor Samosir, Hombar Tambunan, Padet, Jaimi, Tanjung, Mian Tambunan, Mauli Panggabean,<br />
Bili Matondang, Ayat Tarihoran, Panemet Pasaribu, Masin Panggabean, Fliang, Kadi HT, Uruk, Mancur, Mancit, Krisman Marbun, Mahasan Aritonang, Usia Pane, Salmon Nainggolan dan Kartolo Pasaribu. Sementara untuk Seksi Perbekalan diantaranya bernama, Dior Nainggolan, Raja Johanis Pasaribu, Freodolin Purba dan Amit Simatupang yang ada di pasar Sorkam.</p>
<p>Sementara pasukan tentara Belanda yang dipimpin Komandan Van Hali datang dengan membawa tentara Nepis termasuk Simurai dari Kota Sibolga dengan konvoi besar yang hendak mau ke Sorkam untuk bermarkas. Itu setelah mereka berhasil menguasai Sibolga. Sesampainya tentara Belanda dikampung Gontingmahe atau sampai ditengah pertengahan jalan. Pasukan Komandan Kapten Bongsu menghadang atau menghadapi perang dan terjadilah pertempuran I (satu) yang sengit berbuntut menyebar sampai ke perkampungan Parlimatohan. Tetapi disebabkan oleh kurangnya alat persenjataan dan sebaliknya tentara Belanda memiliki senjata yang serba lengkap pasukan Komandan Kapten Bongsu banyak yang gugur.</p>
<p>Di kampung Harakka oleh pasukan Komandan Kapten Bongsu terus melakukan pengejaran hingga terjadilah pertempuran yang dimulai sejak pagi hari sekira Jam 9 sampai siang jam 12. Dapat dikatakan pasukan musuh banyak sekali yang tewas. Bahkan musuh tidak berkutik sama sekali yang akhirnya mereka sebagian terus melarikan diri menyelamatkan nyawa masing masing karena tidak mempunyai daya lagi disebabkan kekurangan perbekalan maupun peluru senjata. Peperangan itu sudah selesai dan tidak ada lagi suara tembakan baik dari Komandan Bongsu, maupun Belanda. Oleh Komanda Kapten Bongsu mengirah semua tentara musuh sudah gugur dan tidak ada lagi yang hidup kecuali yang melarikan diri. Maka Komandan Kapten Bongsu beserta dua orang prajuritnya memutuskan untuk melihat para mayat yang bergelimpangan. Beliau turun mengadakan operasi pembersihan yaitu memeriksa satu persatu mayat tentara musuh akibat dari pertempuran yang hebat itu. Setibanya mereka disana, masih ada dua orang lagi dari tentara Belanda yang masih hidup yang segaja bersembunyi disatu kubangan bekas Kerbau. Dari kubangan kedua tentara Belanda itu ditemani Tajim Sitanggang (mata mata) Belanda.</p>
<p>Melihat posisi Komandan Kapten Bongsu yang sedang berjalan kaki saat itulah tentara belanda yang sembunyi di kubangan langsung melepaskan tembakan kearah Komandan Kapten Bongsu. Peluru senjata api yang dimuntahkan, dengan tembakan bertubi tubi tersebut. Satu peluru akhirnya mengenai kaki Komandan Kapten Bongsu. Baliau langsung tersungkur ke tanah bersimbah darah. Tak puas dengan sampai disitu, kedua tentara musuh kembali memuntahkan peluruh dari senjatanya tepat mengenai kakinya lagi. Komandan Kapten Bongsu masih sempat mengadakan perlawanan dengan membalas menembak dari senjatanya. Akhirnya Kapten Bongsu tidak bisa berkutik lagi. Melihat itu, salah seorang Tentara Belanda terus menembakin.</p>
<p>Tajim (mata mata) kembali memberitahukan kepada kedua tentara Belanda itu, bahwa yang mereka tertembak itu tidak lain adalah Komandan Kesatuan Harimau Mengganas, Kapten Bongsu Pasaribu. Selanjutnya tidak berapa lama tentara Belanda menghampirinya. Tentara itu mengakhiri hidup Komandan Kapten Bongsu dengan cara yang sadis dan tidak manusiawi yaitu dengan memenggal lehernya sampai putus dimana waktu itu pada tanggal 3 Maret 1947. Kepala beliau terpisah dengan badan, lalu diangkat dibawa pergi ke Pasar Barus dipertontonkan kepada rakyat Indonesia. Badannya yang masih tergeletak ditanah sengaja ditinggal tergeletak begitu saja tempat asal dibunuh. Setelah Belanda pergi ke Barus, potongan badan yang lainya yaitu potongan mulai dari leher ke kaki yang masih tergeletak dihutan dijemput oleh pasukan beliau dan dibawah ke kampung Sijungkang, disana potongan badan itu dikuburkan.<br />
Sementara tentara Belanda yang bermarkas di Barus masih terus mempertontonkan potongan kepala Komandan Kapten Bongsu kapada para rakyat dan kepada para tahanan. Yang maksud untuk melemahkan perjuangan pasukan Indonesia di Pasar Barus agar girilyanya melemah. Potongan kepala ditenteng dalam karung itu dimulai markas di Harakka sampai ke Kota Barus. Pada hari yang ketiga, potongan beliau dikuburkanlah di Komplek penjara Barus. Setelah Bongsu Pasaribu gugur pada tanggal 3 Maret 1949. Maka puncuk pimpinan sebagai Komandan Round akhirnya dipegang sementara oleh Humahe Rambe dan kemudian diganti kepada Muliater Simatupang.</p>
<p>Ditulis Oleh : <strong>Cucunya, Rekson Hermanto Pasaribu</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/buananews.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/buananews.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/buananews.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/buananews.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/buananews.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/buananews.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/buananews.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/buananews.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/buananews.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/buananews.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/buananews.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/buananews.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/buananews.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/buananews.wordpress.com/15/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=buananews.wordpress.com&amp;blog=8973574&amp;post=15&amp;subd=buananews&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://buananews.wordpress.com/2010/09/08/jln-bongsu-pasaribu-kapten-22521sibolga/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<georss:point>-6.158080 106.918153</georss:point>
		<geo:lat>-6.158080</geo:lat>
		<geo:long>106.918153</geo:long>
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e70bca6f100bf7503f684e6e1a2716cf?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">unionpers</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://buananews.files.wordpress.com/2010/09/16-7-08-monumen-perjuangan-kapten-bongsu-11.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">16-7-08-monumen-perjuangan-kapten-bongsu-11</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://buananews.files.wordpress.com/2010/09/155790_176315962381086_100000080515613_618029_5521934_n.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">155790_176315962381086_100000080515613_618029_5521934_n</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://buananews.files.wordpress.com/2010/09/gambar-0011.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">gambar-0011</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Wisata Gua Dengan Ribuan Kelelawar</title>
		<link>http://buananews.wordpress.com/2010/08/13/wisata-gua-dengan-ribuan-kelelawar/</link>
		<comments>http://buananews.wordpress.com/2010/08/13/wisata-gua-dengan-ribuan-kelelawar/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 Aug 2010 04:41:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ORGANISASI UNIONPERS</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://buananews.wordpress.com/?p=10</guid>
		<description><![CDATA[Objek wisata Gua Lawah di Desa Pesinggahan, Kecamatan Dawan, Kabupaten Klungkung, yang di dalamnya dihuni ribuan kelelawar, diminati wisatawan mancanegara. &#8220;Setiap hari rata-rata ada 200 wisatawan mancanegara yang berkunjung ke gua ini. Peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara ini mulai terlihat sejak pertengahan Juli lalu,&#8221; kata pengelola kawasan wisata Gua Lawah I Putu Juliadi di Klungkung, Rabu. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=buananews.wordpress.com&amp;blog=8973574&amp;post=10&amp;subd=buananews&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Objek wisata Gua Lawah di Desa Pesinggahan, Kecamatan Dawan, Kabupaten Klungkung, yang di dalamnya dihuni ribuan kelelawar, diminati wisatawan mancanegara.</p>
<p>&#8220;Setiap hari rata-rata ada 200 wisatawan mancanegara yang berkunjung ke gua ini. Peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara ini mulai terlihat sejak pertengahan Juli lalu,&#8221; kata pengelola kawasan wisata Gua Lawah I Putu Juliadi di Klungkung, Rabu.</p>
<p>Banyaknya wisatawan asing itu memberikan berkah kepada para pedagang serta Pemerintah Kabupaten Klungkung. Karena semakin meningkat kunjungan, maka pendapatan asli daerah (PAD) akan meningkat pula.</p>
<p>&#8220;Kondisi ini kami perkirakan akan terjadi sampai September mendatang, karena saat ini memang musimnya ramai kunjungan wisatawan asing,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Ia menyebutkan, wisatawan dari Eropa yang mendominasi kunjungan itu, sedangkan wisatawan lainnya, seperti Jepang dan China mengalami penurunan drastis.</p>
<p>Padatnya kunjungan wisatawan itu, biasanya terjadi pada pukul 11.00 Wita sampai dengan 14.00 Wita, karena pada waktu itu banyak wisatawan asing yang lewat di Kabupaten Klungkung untuk selanjutnya melanjutkan perjalanan ke Kabupaten Karangasem.</p>
<p>Untuk bisa masuk objek wisata yang juga terdapat pura peninggalan abad ke -11 itu, sambung Juliadi, para pengunjung, baik wisatawan asing maupun domistik dikenakan biaya masuk Rp6.000.</p>
<p>&#8220;Untuk masuk ke pura peninggalan Mpu Kuturan itu, pengunjung domestik maupun mancanegara wajib mengenakan kamben atau sarung khas Bali,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Ia menambahkan, bagian yang paling menarik di objek wisata ini seluas dua hektare dan berjarak 49 kilometer ke timur dari kota Denpasar itu adalah sebuah gua, yang terletak di bagian paling dalam kompleks pura. </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/buananews.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/buananews.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/buananews.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/buananews.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/buananews.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/buananews.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/buananews.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/buananews.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/buananews.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/buananews.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/buananews.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/buananews.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/buananews.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/buananews.wordpress.com/10/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=buananews.wordpress.com&amp;blog=8973574&amp;post=10&amp;subd=buananews&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://buananews.wordpress.com/2010/08/13/wisata-gua-dengan-ribuan-kelelawar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e70bca6f100bf7503f684e6e1a2716cf?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">unionpers</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title></title>
		<link>http://buananews.wordpress.com/2009/11/22/7/</link>
		<comments>http://buananews.wordpress.com/2009/11/22/7/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 22 Nov 2009 13:30:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ORGANISASI UNIONPERS</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://buananews.wordpress.com/?p=7</guid>
		<description><![CDATA[<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=buananews.wordpress.com&amp;blog=8973574&amp;post=7&amp;subd=buananews&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://buananews.files.wordpress.com/2009/11/cewex.jpg"><img src="http://buananews.files.wordpress.com/2009/11/cewex.jpg?w=104&#038;h=128" alt="" title="cewex..," width="104" height="128" class="alignnone size-full wp-image-6" /></a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/buananews.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/buananews.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/buananews.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/buananews.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/buananews.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/buananews.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/buananews.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/buananews.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/buananews.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/buananews.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/buananews.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/buananews.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/buananews.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/buananews.wordpress.com/7/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=buananews.wordpress.com&amp;blog=8973574&amp;post=7&amp;subd=buananews&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://buananews.wordpress.com/2009/11/22/7/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e70bca6f100bf7503f684e6e1a2716cf?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">unionpers</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://buananews.files.wordpress.com/2009/11/cewex.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">cewex..,</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>BUPATI GUGAT BOS MALL STS</title>
		<link>http://buananews.wordpress.com/2009/08/12/bupati-gugat-bos-mall-stst/</link>
		<comments>http://buananews.wordpress.com/2009/08/12/bupati-gugat-bos-mall-stst/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 12 Aug 2009 05:16:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ORGANISASI UNIONPERS</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[Purwakarta, SENTANA JS Senjaya, bos PT STS mall (Sadang Terminal Square) benar benar pusing tujuh keliling. Masalah menghantui datang silih berganti. Ibarat “mati satu, tumbuh seribu”. Selain warga, kali ini giliran Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi yang pasang dada menangih tunggakan mall STS yang nilainya sekitar hampir Rp 2 miliar. Tak tanggung tanggung, lewat gugatan jalur [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=buananews.wordpress.com&amp;blog=8973574&amp;post=1&amp;subd=buananews&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Purwakarta, SENTANA<br />
JS Senjaya, bos PT STS mall (Sadang Terminal Square) benar benar pusing tujuh keliling. Masalah menghantui datang silih berganti. Ibarat “mati satu, tumbuh seribu”. Selain warga, kali ini giliran Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi yang pasang dada menangih tunggakan mall STS yang nilainya sekitar hampir Rp 2 miliar. Tak tanggung tanggung, lewat gugatan jalur lembaga pradilan ke Kejaksaan Negeri (KN) mau ditempuh.<br />
“Sudah berkali kali diberikan teguran agar mereka menyelesaikan tunggakan upah bagi hasil tempat usaha gedung perbelanjaan mall STS, tetapi mereka susah. Mau tidak mau, Pemerintah akan menempuh lewat jalur lembaga pradilan, “tegas orang nomor satu di Purwakarta ini kepada SENTANA, usai melantik sebanyak 43 orang Ketua dan Pengurus Bamusdes se-Purwakarta di Pendopo, Kabupaten Purwakarta, Rabu (4/12) siang.<br />
Hal yang sama diaminin Wakil Bupati Purwakarta Dudung B Supardi. Menurutnya proses jalur lembaga pradilan adalah pilihan terbaik. Secara teknis tanyakan ke Bagian Hukum, “kata Dudung singkat kepada SENTANA. Sedangkan Kepala Bagian (Kabag) Hukum Rifai mengatakan, “Pemerintah sudah sering memberikan teguran melalui Disperindag sejak tahun 2006. Oleh karena itu pemerintah sudah lama melakukan lanngkah langka selain teguran, sehingga disepakati kasus ini di serahkan ke Kejaksaan. Kita akan minta pihak penegak hukum yang menangih tunggakan itu, “katanya.<br />
Lebih jauh Rifai kepada SENTANA menjelaskan teknisnya, “Dengan pihak Kejaksaan sudah ada MoU khusus menangani masalah masalah seperti ini, masalah perdata, disana ada Kasi Datun Kejaksaan yang dihunjuk. Prosedurnya, Bupati tinggal menyerahkan Surat Kuasa Khusus (SKK) ke Kejaksaan dengan tugas menangih, semuanya bisa kelar, “tegasnya. Namun ketika ditanya kapan Bupati menyerahkan SKK, Rifai mengatakan akan secepatnya menyerahkan, tidak akan lama, kita tunggu saja. Masalah seperti ini sudah biasa kita lakukan. Dulu kasus penanganan medis, “cerita Rifai lagi.<br />
Menanggapi berapa besar tunggakan yang diperoleh dari 10 persen bagi hasil tempat usaha gedung perbelanjaan mall STS ?. Kadis Disperindag Wahyu mengatakan, “sesuai dengan hasil audit lembaga negara, piutang pemilik mall STS sangat banyak. Selama mall STS berdiri, mereka hanya membayar sekali saja yaitu sebesar Rp 200 juta. Hutang mereka sudah ada sejak tahun 2006 hingga 2008. Untuk tunggakan dari tahun 2007 saja mencapai Rp 969 juta, belum lagi ditambah tunggakan tahun 2008 yang nilainya ada di tangan Dispenda, “tegas Wahyu kepada SENTANA kemarin.<br />
Pihak DPRD Purwakarta malahan berharap kontrak mall STS diputus saja. Menurut Ketua DPRD Sigit Soeroso dan Ketua Komisi II DPRD Richard Sompi, “sudah lebih baik kontrak PT WCS diputuskan saja kalau memang pengusaha sudah tidak mampu mengelola maupun memenuhi kewajibannya. Kalau memang diputuskan kontrak, solusinya sangat banyak, bisa diambil alih oleh Pemerintah dan juga bisa tekoper (dipindahkan) ke investor lain. Kalau diambil alih pemerintah, saya melihat kalau mall STS sangat cocok dijadikan pasar daerah (pasar tradisional) mengingat daerah Kecamatan Bungursari belum ada pasar tradisionalnya, “imbuhnya lagi.<br />
Keterangan SENTANA, “ Bupati Dedi yang mau menempuh proses hukum dinilai warga sangat baik. Namun, bupati diharapkan terlebih dahulu memperhatikan nasib semua korban eks Terminal Sadang yang telah digusur usaha kiosnya. Setidaknya akibat dari pengusuran ini sangat berimbas pada perekonomian warga jalani. Selain untuk tidak bisa buka kios atau menggelar dagangan lagi, dagangan mereka jadi rusak. Padahal, para eks terminal itu dikatakan bisa berdagang ditanah milik negara ini, diluar mall STS, atas suruhan Pemerintah Daerah (Pemda). Mereka menempati lahan itu sudah dari 20 tahun yang lalu lamanya, sedangkan mall STS sekitar tahun 2006 lalu, “katanya.<br />
Sedangkan JS Senjaya, bos PT STS mall (Sadang Terminal Square) tidak bisa dihubungi, “menurut sejumlah security, “bos sangat jarang datang ke Purwakarta, orangnya super sibuk mengurusi banyak usahanya di Jakarta. Kalaupun dia datang ke mall STS bisa sampai setahun, “tegasnya tanpa mau menyebut nama. (SON)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/buananews.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/buananews.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/buananews.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/buananews.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/buananews.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/buananews.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/buananews.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/buananews.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/buananews.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/buananews.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/buananews.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/buananews.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/buananews.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/buananews.wordpress.com/1/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=buananews.wordpress.com&amp;blog=8973574&amp;post=1&amp;subd=buananews&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://buananews.wordpress.com/2009/08/12/bupati-gugat-bos-mall-stst/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e70bca6f100bf7503f684e6e1a2716cf?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">unionpers</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
